Woman Cardiology

Ketua                    :               DR.Dr. Dyana Sarvasti, SpJP, FIHA

Sekretaris            :               Dr. Indah Sukmawati, SpJP, FIHA

Bendahara          :               Dr. Yusra Pintaningrum, SpJP, FIHA

 

SEJARAH
INDONESIAN WOMEN OF CARDIOLOGY
(IWoC)

Ide untuk membuat female cardio club sudah sering didengungkan secara terpisah oleh beberapa senior kardiolog perempuan secara terpisah, antara lain Prof.dr. Lily I. Rilantono, Prof. dr. Ganesja M. Harimurti, dr. Ann Soenarta, dan dr. Anna Ulfah Rahajoe.

                Nama IWoC (Indonesian Women of Cardiology) pertama kali diusulkan sekitar tahun 2010 oleh Prof.dr. Lily I Rilantono dan beliau meminta Dr. dr. Antonia Anna Lukito untuk membuat wadah komunikasi female cardiology berupa Blackberry Messenger (BBM) grup.

                Respons para female cardiolog ternyata sangat baik, sehingga terbentuk 4 grup BBM IWoC. Pertemuan pertama IWoC diselenggarakan di Resto Penang Bistro Mega Kuningan, Jakarta pada tahun 2010.

                Pertemuan dan diskusi intensif di BBM grup akhirnya diwujudkan dalam satu session di acara ilmiah ASMIHA 2011 yang khusus membahas tentang penyakit kardiovaskular pada perempuan, yang mengundang pembicara dari Malaysia dan Singapura. Sejak saat itu, setiap tahun slot women session selalu ada dan berlanjut di acara Annual Scientific Meeting of Indonesian Heart Association (ASMIHA).

                Indonesian Women of Cardiology (IWoC) kemudian diusulkan untuk menjadi working group (Kelompok Kerja/Pokja) Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) pada Konferensi Kerja (Konker) PERKI, yang kemudian disahkan menjadi working group (Pokja) Woman Cardiology pada Konggres Nasional PERKI (KOPERKI) tahun 2012.

                Ketua Pokja Woman Cardiology yang pertama adalah dr. Anna Ulfah Rahajoe pada periode 2012-2014, dilanjutkan oleh Dr. dr. Antonia Anna Lukito untuk 2 periode 2014-2016 dan 2016-2019, dan saat ini Ketua Pokja Woman Cardiology adalah Dr. dr. Dyana Sarvasti untuk periode 2019-2022. Logo Pokja Woman Cardiology/IWoC dibuat atas ide dr. Saskia Dyah Handari, dan mendapatkan persetujuan dari Dr. dr. Antonia Anna Lukito dan seluruh anggota IWoC.

                Working Group of Woman Cardiology telah menyelenggarakan woman session di acara ASMIHA sejak tahun 2011 hingga tahun 2019. Sepak terjang Working Group of Woman Cardiology terus berlanjut, dan telah meluncurkan berbagai buku, diantaranya Buku Pedoman Pencegahan Penyakit Kardiovaskular pada Perempuan Indonesia pada tahun 2015, di usia pokja yang relatif muda.

                Selain berkiprah di dalam negeri, dalam berbagai bentuk kegiatan ilmiah berupa seminar kedokteran dan penyuluhan masyarakat awam tentang pencegahan penyakit kardiovaskular, Working Group of Woman Cardiology juga berkiprah hingga ke luar negeri sebagai faculty (speaker dan/atau moderator) pada pertemuan ilmiah overseas, antara lain pada Asean Federation of Cardiology (AFC) di Cebu-Filipina (2010), World Congress of Cardiology (WCC) di Dubai (2012), World Congress of Cardiology (WCC) di Melbourne (2014), dan ASEAN Federation of Cardiology Congress (AFCC) di Kualalumpur Malaysia (2014).

                Pertemuan rutin IWoC juga sering dilakukan terutama di Indonesia Timur, di Surabaya yang dipelopori oleh dr. Liliek Murtiningsih, dr. Saskia Dyah Handari, Dr. dr. Dyana Sarvasti, dan perempuan kardiolog lainnya. Prestasi yang membanggakan dari para srikandi IWoC juga tersiar dari berbagai provinsi di Indonesia, diantaranya dr. Darti Pakasi di Papua, dr. Leonora di Kupang-NTT, dr. Novita di Aceh, dr. Zaenab Djafar di Makasar, dr. Lucia Panda di Manado, dan masih banyak lagi.

                Munculnya media sosial Whatsapp (WA), membuat grup BBM IWoC beralih ke grup Whatsapp, untuk mempermudah komunikasi dan koordinasi antar anggota. Grup WA ini menjadi tempat berbagai cerita suka-duka, kasus sulit (difficult-case), pengalaman di tempat kerja, informasi seminar, webinar, training, workshop, job opportunity, dan lain-lain.

                Jumlah kardiolog perempuan di Indonesia yang ketika itu sudah lebih dari 250 orang, dari total 800 lebih anggota PERKI, menyebabkan WA group IWoC diputuskan hijrah ke grup Telegram, yang memiliki kuota anggota lebih besar pada bulan Mei-Juni 2019, namun WA group IWoC juga tetap diaktifkan. Jumlah kardiolog perempuan saat ini (hingga tahun 2020) sebanyak 453 orang dari total 1.331 anggota PERKI.

                Pokja Woman Cardiology dan IWoC, diharapkan tidak hanya sebagai wadah komunikasi dan koordinasi perempuan kardiolog di Indonesia namun juga dapat meningkatkan prevensi primordial, primer, dan sekunder untuk mencegah morbiditas dan mortalitas penyakit kardiovaskular pada perempuan. Langkah selanjutnya diharapkan registri nasional penyakit kardiovaskular di Indonesia dapat terwujud, sehingga Pokja Woman Cardiology dan IWoC makin bermanfaat. Aamiin.

 

Reference source: Dr. dr. Antonia Anna Lukito, SpJP(K)

Adapted by: Dr. dr. Dyana Sarvasti, SpJP(K)

Correspondence: iha.womencardiology@gmail.com